Berita

International Field Study 2026 Perkuat Wawasan Global Mahasiswa IKIP Siliwangi

International Field Study 2026 Perkuat Wawasan Global Mahasiswa IKIP Siliwangi

Cimahi, 31 Juli 2026 — IKIP Siliwangi memperkuat komitmen internasionalisasi pendidikan melalui program International Field Study (IFS) 2026. Program ini menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik lintas negara, memperluas wawasan, serta membangun kemampuan beradaptasi dalam lingkungan global.

Suasana Pemaparan Materi International Field Study 2026 IKIP Siliwangi
Para mahasiswa dan peserta menyimak pemaparan materi dalam rangkaian program International Field Study (IFS) 2026.

International Field Study tidak ditempatkan sekadar sebagai kunjungan akademik. Melalui interaksi, pertukaran pengetahuan, dan pengalaman belajar internasional, mahasiswa didorong untuk melihat isu pendidikan dan profesional dari perspektif yang lebih luas. Pengalaman tersebut penting untuk membentuk cara berpikir terbuka, kemampuan berkomunikasi lintas budaya, serta kesiapan menghadapi dinamika dunia kerja dan pendidikan yang semakin terhubung.

Penyerahan Plakat Kerja Sama International Field Study 2026
Penyerahan plakat dan kenang-kenangan oleh Rektor IKIP Siliwangi Prof. Dr. Euis Eti Rohaeti, M.Pd. sebagai simbol jalinan kerja sama akademik.

Program IFS 2026 juga menjadi bagian dari upaya IKIP Siliwangi menyiapkan lulusan yang adaptif, inovatif, dan memiliki daya saing global. Kompetensi akademik perlu diperkuat dengan pengalaman kontekstual agar mahasiswa mampu menghubungkan pengetahuan yang dipelajari di kampus dengan realitas sosial dan profesional di tingkat internasional.

Penyerahan Cinderamata Kunjungan Akademik IFS 2026
Sesi penyerahan cinderamata penutup dalam mempererat ikatan kolaborasi lintas institusi internasional.

Melalui program ini, IKIP Siliwangi terus mendorong terciptanya ekosistem pendidikan yang memberi ruang bagi kolaborasi dan pertukaran wawasan global. Penguatan pengalaman internasional diharapkan dapat memperkaya kapasitas mahasiswa sekaligus mendukung pengembangan institusi yang semakin terbuka terhadap kerja sama akademik lintas negara.

Bagikan