Berita

IKIP Siliwangi Perkuat Komitmen Pengelolaan Sampah Berbasis Socio-Engineering di Bandung Raya

Staf IT 2Staf IT 2Departmen Teknologi Informasi··61x dibaca
IKIP Siliwangi Perkuat Komitmen Pengelolaan Sampah Berbasis Socio-Engineering di Bandung Raya

Bandung, 30 September 2026 - IKIP Siliwangi turut menjadi bagian dalam penandatanganan komitmen bersama pengelolaan sampah berbasis socio-engineering di wilayah Metropolitan Bandung Raya. Komitmen tersebut menjadi bagian dari sinergi LLDIKTI Wilayah IV, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta 90 perguruan tinggi swasta untuk mendorong perubahan pengelolaan sampah yang dimulai dari sumbernya, yakni rumah tangga, lingkungan, dan komunitas.

Komitmen tersebut dituangkan melalui Nota Kesepakatan dan Komitmen Bersama dalam Program GRADASI (Gotong Royong Akademisi Bersinergi dan Berinovasi), Rabu, 30 September 2026, di Kantor LLDIKTI Wilayah IV. Program ini diarahkan untuk membantu menekan distribusi sampah menuju TPA Sarimukti yang melayani kawasan Metropolitan Bandung Raya, meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Kabupaten Sumedang.

Proses Penandatanganan Nota Kesepakatan Program GRADASI

Proses penandatanganan Nota Kesepakatan antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat, LLDIKTI Wilayah IV, dan pimpinan perguruan tinggi.

Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Lukman, menegaskan bahwa persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya dengan memindahkan sampah dari satu tempat ke tempat lain. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki kapasitas pengetahuan, sumber daya manusia, dan kemampuan riset yang dapat digunakan untuk membantu menyelesaikan persoalan tersebut dari bagian hulu.

“Pada tahun 2024, Jawa Barat menghasilkan sekitar 17.398 ton sampah per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 70 persen belum tertangani secara optimal,” ungkap Lukman.

Penyerahan Dokumen Komitmen Pengelolaan Sampah

Pimpinan perguruan tinggi dan pejabat terkait menunjukkan dokumen komitmen bersama pengelolaan sampah berbasis socio-engineering.

Program GRADASI diproyeksikan melibatkan 90 perguruan tinggi swasta di lima kabupaten/kota dengan potensi keterlibatan sekitar 25.529 mahasiswa jenjang S1, D4, dan D3 minimal semester tiga. Perguruan tinggi yang terlibat terdiri atas:

  • 40 Universitas

  • 24 Sekolah Tinggi

  • 10 Akademi

  • 10 Politeknik

  • 6 Institut

Selain itu, sebanyak 56 camat di wilayah Bandung Raya telah menandatangani komitmen bersama dan wilayah pendampingan telah dipetakan bersama pemerintah daerah, termasuk kawasan yang menjadi prioritas penanganan sampah.

Kolaborasi tersebut dibangun melalui pembagian peran yang terukur. Pemerintah daerah memetakan persoalan dan kebutuhan masyarakat, pemerintah kecamatan menjadi penggerak di tingkat wilayah, sedangkan perguruan tinggi menghadirkan dosen dan mahasiswa untuk melakukan pendampingan berbasis pengetahuan. Mahasiswa akan melalui tahapan persiapan, pembekalan, penempatan, pelaksanaan, monitoring, evaluasi, hingga penyusunan luaran kegiatan.

Kegiatan direncanakan berlangsung selama 12 pekan pada Oktober hingga Desember 2026 dan dapat dikonversikan menjadi 10 SKS. Target utama program adalah mengurangi distribusi sampah ke TPA Sarimukti minimal 20 persen. Pendekatan yang digunakan tidak menempatkan mahasiswa sebagai petugas pengangkut sampah, tetapi sebagai agen perubahan perilaku masyarakat melalui edukasi, pendampingan, dan rekayasa sosial secara partisipatif.

“Mahasiswa bukan membantu petugas sampah. Konsepnya mengubah budaya dan perilaku masyarakat terhadap sampah. Edukasi dilakukan sejak dari rumah tangga agar sampah dapat dikurangi dan dikelola sebelum keluar dari rumah sekaligus melakukan rekayasa sosial secara partisipatif bersama masyarakat,” lanjut Lukman.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menyambut positif keterlibatan perguruan tinggi dalam program tersebut. Ia menilai pembelajaran di perguruan tinggi perlu bergerak dari sekadar memahami persoalan menuju kemampuan mempraktikkan, menganalisis, mengevaluasi, dan menghasilkan solusi yang kontekstual.

“Anak-anak dipersiapkan bahwa tiga bulan ini merupakan pembelajaran yang substantive dan kontekstual,” kata Herman.

Foto Bersama Pimpinan Perguruan Tinggi dan Pejabat LLDIKTI IV

Sesi foto bersama para pimpinan perguruan tinggi swasta dan jajaran Pemprov Jabar seusai penandatanganan komitmen bersama.

Dalam forum tersebut, praktik baik pengelolaan sampah berbasis lintas disiplin juga disampaikan Rektor Universitas Islam Bandung, Prof. Ir. A. Harits Nu’man. Pendekatan yang digunakan melibatkan beragam bidang keilmuan untuk memperkuat perubahan perilaku masyarakat. Pengalaman pendampingan di wilayah Arcamanik, misalnya, menunjukkan bahwa target pengurangan sampah sebesar 20 persen dapat meningkat hingga 24 persen.

Melalui Program GRADASI, LLDIKTI Wilayah IV menargetkan beberapa hal utama:

  • Sedikitnya 2.500 RW memperoleh pendampingan aktif.

  • Minimal satu bank sampah aktif di setiap kelurahan atau desa dampingan.

  • Minimal satu unit pengomposan aktif di setiap RW dampingan.

Pelaksanaan program juga akan didukung modul substantif dan sistem informasi berbasis aplikasi log harian untuk pendataan, pelaporan, serta monitoring.

Keterlibatan IKIP Siliwangi dalam komitmen bersama ini menegaskan peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat. Penguatan edukasi lingkungan melalui pendekatan socio-engineering diharapkan tidak hanya berkontribusi terhadap pengurangan volume sampah, tetapi juga membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan di tingkat masyarakat.

Bagikan